LCD Monitor 14: Teknologi Pengganti TV Tabung

Sebelum membahas LCD monitor 14, ada baiknya berkenalan terlebih dahulu dengan CRT (Chatode Ray Tube). Dahulu, teknologi CRT memberikan kabar gembira kepada manusia untuk bisa menyaksikan rekaman peristiwa yang diabadikan melalui televisi. Teknologi itu tidak lama mendapat respon yang cukup baik. Para pecinta dunia hiburan semakin terpuaskan dengan hadirnya teknologi yang cukup fenomenal ketika itu.

CRT memanfaatkan sifat elektron yang mampu menyimpan muatan listrik. Dengan menggunakan sumber penembak elektron, elektron ditembakan ke dalam sebuah media berlapiskan fosfor. Elektron tersebut diarahkan dengan menggunakan pengarah jalur elektron dan juga pembuat fokus jalur elektron. Agar energi elektron tidak hilang dalam perjalanan, medium perjalanan elektron tersebut haruslah bebas dari udara.

Meskipun tergolong teknologi yang menjanjikan, teknologi CRT mempunyai banyak sekali kekurangan. Salah satu yang menjadi masalah adalah konsumsi energi yang tinggi. Hal ini tentu saja menjadi masalah di tengah krisis energi yang terjadi akhir-akhir ini terjadi. Selain itu, CRT kurang praktis untuk dipindah-pindah.

LCD : Si Datar yang Menggantikan

Secara teknologi, LCD memang sangat berbeda dengan CRT. Pada LCD, digunakan mekanisme polarisasi sebagai cara untuk menampilkan gambar. Setiap titik-titik gambar (yang disebut dengan pixel) dilengkapi dengan lapisan liquid crystal di mana lapisan tersebut akan terpolarisasi jika terdapat medan listrik di sekitarnya.

Medan listrik itu sendiri akan timbul ketika ada aliran listrik, yang artinya ketika LCD tersebut disambungkan dengan sumber listrik. Saat terpolarisasi, gelombang cahaya akan dapat masuk melalui filter polarisasi sehingga cahaya masuk dan menampilkan gambar yang beraneka warna.

Berbeda dengan CRT, LCD lebih hemat dalam hal konsumsi energi. Konsumsi energi menjadi penting karena krisis energi yang terjadi akhir-akhir ini. Elektron tidak lagi ditembakan ke media yang disebut layar, tetapi dipendarkan menuju medium yang berisi lapisan Indium Tin Oxyde (ITO). Elektron tersebut dipendarkan ke dalam lapisan  ITO.

Radiasi yang ditimbulkan oleh monitor CRT juga menjadi masalah karena radiasinya yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan monitor LCD. Radiasi tersebut akan sangat berbahaya terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas panjang menggunakan monitor.

Dampak jangka panjang yang bisa ditimbulkan tentunya sangat beragam, salah satunya adalah dapat mengganggu penglihatan. Namun demikian, hal ini bisa ditanggulangi dengan menempelken pelapis untuk mengurangi radiasi yang ditimbulkan oleh monitor.

Bagi mereka yang menyukai kepraktisan, tentu saja monitor LCD dapat menjadi pilihan yang tepat. Monitor LCD dapat dengan mudah untuk dipindahkan karena bobot yang dimilikinya lebih kecil bila dibandingkan dengan monitor CRT. Karena bentuknya yang lebih kecil juga, monitor LCD membutuhkan area penempatan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan monitor CRT.

Jadi, baik itu monitor CRT ataupun LCD itu merupakan hak Anda untuk memilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s